Kamis, 15 Januari 2009

New Blog, New Look

Blog pertama di blogger.

Bukan berarti ini blog pertamaku. Aku sudah ngeblog di Multiply, lama. Aku sendiri masih heran kenapa aku open blog lagi. Jujur saja, di Multiply jarang sekali kena update. Well, kalau kau anak yang suka menulis, dan mendapati dirimu tergabung di komunitas yang tepat untuk menyalurkan hasrat dan bakat menulismu, kau telah kehilangan waktu, tenaga dan pikiran untuk menulis blog. Kau bahkan, akan kehilangan kehidupan Real-Worldmu. Kau tidak punya kehidupan.

No, no, aku tidak bermaksud kasar. It did happen to me.

Aku melarikan diri dari Real World, dari realita yang menyebalkan. Berharap menemukan tempat lain, tempat dimana tidak ada yang tahu siapa diriku sebenarnya. Tempat dimana mereka mau menerimaku tanpa bertanya lebih jauh mengenai apa latar belakangku. Dan kudapati itu semua, sangat menyenangkan pada awalnya. Dan tetap menyenangkan hingga sekarang. Komunitas yang dibuat sendiri, tempat orang-orang tersesat sepertiku diterima. Oleh mereka-mereka yang bahkan tidak pernah kutemui. Aku merasakan kenyamanan, keakraban, keintiman dari hubungan pertemanan lewat jaringan internet. Mereka orang-orang yang baik, tapi tetap saja, mereka tidak nyata.

Net-World bisa membuatku melupakan masalahku, for a while. Tetapi tetap saja, aku harus menoleh dan mendapati diriku terhempas kembali ke realita, semua itu tidak nyata. Jika aku terlarut terlalu jauh ke dalamnya maka kemungkinan besar aku tidak bisa kembali. Aku tahu itu, tapi aku tak peduli. Aku terus maju, mencoba eksis di Net-World. Kurasa aku berhasil pada awalnya. Namun sayang sekali. Akibat sikapku sendiri yang tidak bisa membagi waktu mempengaruhi kehidupan Real-Worldku secara keseluruhan. RW yang sudah hancur, makin hancur. Tapi aku tetap tidak bisa berhenti meski seluruh hatiku menjerit untuk berhenti, “Stop! Stop sampai disini,” katanya. Aku kenal diriku sendiri, aku tetap tidak bisa berhenti. Aku kurang disiplin dan niatku kurang kuat, sekeras apapun hati kecilku berteriak, nafsuku kerap melepas kekangku. Dan ya, aku bertemu dengan orang-orang hebat di Net-World, aku terpesona pada mereka, aku mengagumi mereka, tapi tetap saja, semua itu tidak menyelesaikan masalah. Kendaliku sama sekali tidak ada dan aku sudah terlanjur basah. Semua sudah terlambat.

Dan kemudian aku mendapati Real-Worldku, hancur. Benar-benar hancur. Luluh lantak. Hampir tak bersisa, tapi aku bisa bangkit kok atau itu hanya ekspresi dari rasa optimisku yang berlebihan. Oh, aku harus belajar mengurangi rasa optimisme berlebihan yang tidak sehat ini. Salah, ini bukan optimisme, ini namanya menggampangkan masalah. Dasar bodoh, begitu saja aku tidak bisa membedakannya. Tak heran aku hancur. Penyelasan selalu datang terlambat. Sucks for me.

Yah, setelah puas dan menyesal karena larut dalam NW dan menghancurkan RW, aku merasa bersalah. Dan begitu banyak hal-hal buruk serta serius untuk diungkapkan. Aku merasa tak sanggup lagi membiarkannya mengendap dalam pikiranku. Tidak mungkin aku menahannya lebih lama. Jadi kupikir, mendaftarkan satu blog lagi untuk menyalurkan energi-energi negatifku dan tidak biasa ini bisa jadi sesi-terapi yang baik bagi kesehatan emosional dan mentalku.

Please, jangan memandangku dengan tatapan kasihan. Aku tak ingin dikasihani. Tak ada orang yang ingin dikasihani, kecuali orang yang putus asa.

Ada alasan tertentu mengapa aku tidak melakukan sesi-terapiku di Multiply saja, aku sebagai pemiliknya berhak mengatakan, “Hey, I own this blog. I’ll do anything I want. No one can’t stopped me.” Yeah, bisa saja aku melakukan itu. Tapi sisi moralku melarangku karena banyak sekali teman-teman MP masih dibawah umur—kurasa mereka tidak layak—membaca entri penuh pesan negatif dan sentimentil dari pemikiran bodohku, ini bisa merusak pikiran naif mereka. Atau mungkin, sisi egoisku menang karena aku tidak ingin mereka mempertanyakan mengapa member baik-baik sepertiku bisa berubah seperti ini? Oh, seperti aku penting bagi mereka saja, haha. Aku terdengar sok penting, padahal tidak. Ini mulai memalukan.

Salah seorang temanku pernah bertanya, mengapa banyak sekali anak muda yang melewatkan waktu dan kesempatan bagus dengan membuka hal-hal tidak bermanfaat ketika browsing internet. Padahal kalau mereka lebih jeli melihat peluang, mereka bisa mendapatkan uang tambahan dari internet itu sendiri. Ia hanya menggeleng kecewa karena aku—kami anak-anak muda—lebih suka bergelut dalam dunia chatting, friendster, facebook, email, dan google yang sifatnya lebih banyak hiburan dan sedikit edukatif.

Oh, yeah, benar sekali. Itu sangat “aku” sekali.

Ia berkata lagi, bahwa dengan memanfaatkan blog gratis, aku bisa memperoleh uang. Sekali mendayung, dua pulau terlampaui. Kenapa aku tidak mencobanya? Bisa dimulai dengan teknik SEO sederhana bagi pemula.

Aku hanya tertawa mendengar pernyataannya. Multiply tidak mengizinkan membernya memasang iklan dan segala macam—whatever you name it. Tidak ada kesempatan sama sekali untukku.

Ia masih tidak mau menyerah, kalau begitu daftarlah di provider blog gratis lainnya.


Aku hanya menggeleng dan mengatakan itu tidak diperlukan sama sekali. Aku tidak berminat membuka blog baru. Multiply saja tak terurus, mana mungkin aku berani mendaftarkan satu blog lagi.

Ia hanya menggelengkan kepala melihat kekeraskepalaanku.


Well, yeah, akhirnya aku membuat blog baru juga. Tapi aku sama sekali tidak ingin memberitahunya. Tahu ia hanya akan menyuruhku menerapkan tekniknya. Aku tahu maksudnya baik, toh aku juga yang akan mendapatkan keuntungan, tapi, uh, sudah kubilang di awal, aku membutuhkan blog ini sebagai sesi-terapi mentalku. Sebelum aku menderita depresi atau sakit jiwa. Aku tidak butuh pengunjung. Aku tidak butuh pembaca. Aku hanya ingin blog ini seprivat mungkin—untuk diriku sendiri, dan mungkin beberapa orang yang benar-benar bosan dan tidak punya kerjaan lain selain blogwalking. Jika ada yang nyasar-nyasar toh, mereka akan segera menganggapnya tidak penting. Karena blog ini tidak penting—setidaknya bagi mereka. Sorry, tapi..

Yah, ini memang blog yang tidak penting..

Tidak ada komentar:

Posting Komentar